8 Maret 2015

Jangan Salah Jalan Kawan..!

Jalan kesesatan sebagaimana digambarkan dalam hadits Rasulullah Saw. Ibarat pintu-pintu yang diberi tirai yang indah yang berada di batas-batas aturan Allah. Pintu-pintu itu memang kelihatan indah dan menarik namun memasuki pintu-pintu itu berarti memasuki tempat-tempat yang diharamkan oleh Allah. Orang yang memasuki pintu-pintu itu berarti tersesat dari jalan kebenaran. Pernahkan anda merasakan bagaimana rasanya menjadi orang yang tersesat jalan?
Jika orang tersesat jalan, maka paling tidak ia akan mengalami perasaan cemas, khawatir, bahkan ketakutan karena kehilangan arah tujuan yang hendak ia tuju. Selain itu ia akan kehilangan banyak waktu untuk dapat sampai ke tujuan. Lebih dari itu ia akan terus mengalami kebingungan jika tidak segera kembali ke jalan yang benar.

Pilihlah Jalan Hidupmu....!

Sering sekali kita mendengar dalih dari orang yang melanggar ajaran agama atau melakukan dosa dengan mengatakan “Belum mendapatkan hidayah” atau “Sudah ditakdirkan begini” dan seterusnya. Apakah dalih yang demikian dapat dibenarkan oleh Islam? Apakah hidayah memang belum diberikan kepada manusia? Apakah baik dan buruknya manusia karena takdir atau karena pilihan manusia sendiri?

STRATEGI BELAJAR EFEKTIF


Slamet semenjak mahasiswa ini menjadi malas belajar. Ia lebih suka menghabiskan waktunya untuk bermain PS ataupun ngobrol bersama teman-teman sekostnya. Awalnya ia rajin belajar namun ia merasa bingung harus mulai dari mana. Ketika SMU ia sebenarnya juga murid yang rajin dan senang belajar. Ia merasa di SMU lebih enak karena soal ujian selalu tidak pernah menyimpang dari apa yang disampaikan guru, tetapi di kuliah ini ia merasa terlalu banyak materi yang ia harus pelajari, belum lagi buku-buku yang sangat tebal, dan sering ternyata soal ujian tidak pernah ada dalam catatannya ataupun catatan teman yang ia pinjam. Ia merasa otaknya tidak sanggup lagi dan karena pusing maka ia lebih senang menghabiskan waktunya dengan bermain atau mengobrol saja. Akhirnya hanya dua semester ia bertahan kuliah.

Ayo menulis

Menulis itu ketrampilan praktis dan tidak ada hubungannya dengan bakat. Artinya seorang akan bisa menulis kalau latihan terus-menerus. Bedakan antara “belajar berenang” dengan belajar “tentang berenang”. Jika seseorang ingin belajar berenang maka ia harus terjun langsung ke air. Pertama-tama tentu akan sulit, bahkan diselingi dengan minum air, tetapi lama-kelamaan akan bisa. Sedangkan belajar tentang berenang adalah belajar “tentang” saja, dan ia ada dalam dunia imajinasi/abstrak.

BAHAYA SEX DAN NARKOBA

Bahaya Free Sex dan Narkoba
Saat ini narkoba telah meluas ke seluruh dunia dan dikonsumsi oleh berbagai kalangan, terutama remaja, terutama di Amerika Serikat dan Afrika.  Kedua benua ini lebih banyak mengkonsumsi marijuana.  Diperkirakan terdapat 200 juta pemakai marijuana hingga tahun 1977  dan angka tersebut diperkirakan akan meningkat dua kali pada abad ke 21. Saat ini seluruh dunia sudah terkena wabah narkoba yang meracuni generasi muda. Meluasnya narkoba di Indonesia terutama di kalangan generasi muda karena didukung oleh faktor budaya global.  Budaya global dikuasai oleh budaya Barat (baca Amerika Serikat) yang mengembangkan pengaruhnya melalui layar TV, VCD, dan film-film.  Ciri utama budaya tersebut amat mudah ditiru dan diadopsi oleh generasi muda karena sesuai dengan kebutuhan dan selera muda.  Penetrasi budaya Barat ke Indonesia mudah sekali diamati melalui pergaulan anak-anak muda dengan ciri pergaulan yang bebas, konsumtif, dan haus akan segala macam mode yang datang.

Menjadi Mahasiswa Yang Positif..!

Training P2KK UMM
Perilaku Positif Mahasiswa di Perguruan tinggi sebagai institusi tertinggi dalam dunia pendidikan bagi seorang pencari ilmu (siswa) merupakan sebuah komunitas yang mempunyai karakteristik khas dalam struktur kehidupan masyarakat. Ia tidak hanya bertugas mengantarkan muridnya lulus seperti halnya Sekolah Menengah Umum (SMU), tetapi perguruan tinggi juga menjadi tempat memelihara dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan oleh masyarakat luas sebagai bentuk tanggungjawab moral pengabdiannya.

Muhasabah Diri

Muhammad Hadidi SHI
Muhasabah Diri, berhenti sejenak dalam kehidupan bukan berarti menyerah dalam menjalaninya, akan tetapi terkadang diri ini , tubuh ini perlu di "refresh" sejenak agar mampu mengevaluasi, apa-apa saja yang telah kita lakukan selama ini, apakah banyak kebaikan atau keburukan?

Saudara -saudara sekalian. Ambilah selembar kertas, dan alat tulis masing – masing.

Tuliskan nama Anda dengan lengkap, bukan nama panggilan. Perhatikanlah nama itu dengan baik, tataplah... Kelak nama ini akan tertulis pada batu nisanmu.

Di bawahnya tulislah nama ibumu, ibundamu yang kau cintai. Yang telah mengandungmu di dalam rahimnya, melahirkanmu, dan mengasuhmu hingga engkau dewasa.

Selanjutnya tulislah nama ayahmu, seorang laki – laki yang telah berjalan jauh, membanting tulang mencari sesuap nasi, untuk menghidupi keluarganya.

Di bawahnya tulislah nama istri atau nama suamimu, orang yang telah dijodohkan Tuhan untuk menjadi pendampingmu, untuk selama – selamanya.

Di bawahnya lagi, tulislah nama anak – anakmu yang kau cintai, permata – mata hatimu, yang telah diamanahkan Tuhan kepadamu.

Saudara – saudaraku............ Marilah dengan perlahan – lahan, kita tundukan kepala, kemudian pejamkanlah mata, hadirkanlah Asma Allah SWT yang Maha Agung, jadikanlah Allah selalu di hati dan pikiranmu. srasakanlah ketenangan... rasakanlah ketenangan itu lebih dalam lagi. Bayangkan seakan – akan kita sedang berjalan di suatu jalan yang lurus, lurus sekali... Dan di ujung jalan itu ada sebuah rumah... di sudut ruang dalam rumah itu, ada sebuah kursi, di atas kursi itu duduk seorang wanita, kita pandangi wajah wanita itu, ternyata dia adalah ibumu, ibumu yang tercinta. Dialah seorang wanita yang telah mengandungmu di dalam rahimnnya selama 9 bulan 10 hari. Dan ketika melahirkanmu ia berjuang antara hidup dan mati, menahan sakit, dan bersimbah darah ketika menghadirkanmu ke dunia. Pandangilah lagi wajah ibumu, yang kini telah nampak semakin tua.