 |
| Muhammad Hadidi SHI |
Muhasabah Diri,
berhenti sejenak dalam kehidupan bukan berarti menyerah dalam menjalaninya,
akan tetapi terkadang diri ini , tubuh ini perlu di "refresh"
sejenak agar mampu mengevaluasi, apa-apa saja yang telah kita lakukan selama
ini, apakah banyak kebaikan atau keburukan?
Saudara -saudara sekalian. Ambilah selembar
kertas, dan alat tulis masing – masing.
Tuliskan nama Anda dengan lengkap, bukan nama
panggilan. Perhatikanlah nama itu dengan baik, tataplah... Kelak nama ini akan
tertulis pada batu nisanmu.
Di bawahnya tulislah nama ibumu, ibundamu yang
kau cintai. Yang telah mengandungmu di dalam rahimnya, melahirkanmu, dan
mengasuhmu hingga engkau dewasa.
Selanjutnya tulislah nama ayahmu, seorang laki –
laki yang telah berjalan jauh, membanting tulang mencari sesuap nasi, untuk
menghidupi keluarganya.
Di bawahnya tulislah nama istri atau
nama suamimu, orang yang telah dijodohkan Tuhan untuk menjadi pendampingmu,
untuk selama – selamanya.
Di bawahnya lagi, tulislah nama anak –
anakmu yang kau cintai, permata – mata hatimu, yang telah diamanahkan Tuhan
kepadamu.
Saudara – saudaraku............ Marilah dengan
perlahan – lahan, kita tundukan kepala, kemudian pejamkanlah mata, hadirkanlah
Asma Allah SWT yang Maha Agung, jadikanlah Allah selalu di hati dan pikiranmu. srasakanlah
ketenangan... rasakanlah ketenangan itu lebih dalam lagi. Bayangkan seakan –
akan kita sedang berjalan di suatu jalan yang lurus, lurus sekali... Dan di
ujung jalan itu ada sebuah rumah... di sudut ruang dalam rumah itu, ada sebuah
kursi, di atas kursi itu duduk seorang wanita, kita pandangi wajah wanita itu,
ternyata dia adalah ibumu, ibumu yang tercinta. Dialah seorang wanita yang
telah mengandungmu di dalam rahimnnya selama 9 bulan 10 hari. Dan ketika
melahirkanmu ia berjuang antara hidup dan mati, menahan sakit, dan bersimbah
darah ketika menghadirkanmu ke dunia. Pandangilah lagi wajah ibumu, yang kini
telah nampak semakin tua.