9 November 2013

Anjuran untuk Berbakti kepada Kedua Orang tua dalam Al Quran



Oleh
Muhammad Hadidi
Mahasiswa Islamic Law University Muhammadiyah Of Malang
Para pembaca yang dicerahkan hatinya, menyambung lagi artikel sebelumnya mengenai berbakti kepada orang tua mari lihat pengertian dari berbakti kepada orang tua. “Birrul walidaini” yaitu ihsan atau berbuat baik dan bakti kepada orang tua dengan memenuhi hak-hak kedua orang tua serta menaati perintah keduanya selama tidak melanggar syariat. Lawan katanya yaitu “Aqqul walidaini”, yaitu durhaka kepada orang tua dengan melakukan apa yang menyakiti keduanya dengan berbuat jahat baik melalui perkataan ataupun perbuatan serta meninggalkan kebaikan kepada keduanya. Hukum bakti kepada orang tua wajib ‘ainiy (mutlak) sedangkan durhaka kepada keduanya haram. Bagaimana berbakti kepada orang tua menurut Al-Qur’an, sebagaimana ayat-ayat Al-Qur’an berikut :

1. Perkataan “Ah” saja termasuk suatu dosa kepada orang tua apalagi, membentak, memukul, atau hal lainnya yang lebih kejam. Selain itu juga perlu berlemah lembut kepada orang tua selalu mendoakan keduanya agar dikasihi oleh Allah SWT.

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا . وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنْ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا .الإسراء 23- 24  


Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Al Isra(17):23)  “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (Al Isra(17):24).

Visi Pemimpin yang Hebat



Oleh
Muhammad Hadidi
Mahasiswa Islamic Law University Muhammadiyah Of Malang
Jalur sukses para pemimpin hebat memang tidak mudah. Betapa tidak, bukan hanya masalah meyakinkan dirinya sendiri bahwa ada hak suskses yang harus diambil, namun juga bisik rayu para peragu di sekitarnya, dan hujan masalah eksternal yang deras menimpanya. Melemahkan pasti, namun ia menolak untuk berhenti. Darimana para pemimpin hebat itu memiliki cadangan energi yang demikian besar? Mengapa ia terus melaju, sementara yang lain terjatuh? Semuanya berawal karena ia memiliki visi yang menggairahkan. Visi yang tergambar jelas di alam imajinasinya. Visi yang menggairahkan semangatnya untuk berjalan, sesulit apapun ia terus berusaha melangkah. Visi yang kerap ia senandungkan hingga ke alam bawah sadarnya. Visi yang ia tatap tajam dengan keyakinan akan keberhasilan. Sebuah organisasi besar hanya akan dapat dibangun oleh mereka yang memiliki visi besar. Visi yang kuat mengakar dalam diri dan organisasi yang dipimpinnya. Sehingga visi itu menjelma menjadi motivasi dan aksi yang besar.