| Penulis Oleh:Muhammad Hadidi* |
Beberapa hari terakhir ini, di sosial media (Sosmed) isu pemekaran ALA dan Abas cukup seksi diperbincangkan. Pro-Kontra pihak yang setuju dengan pihak yang tidak setuju menjadi isu utama diangkat oleh beberapa media.
Pihak kontra misalnya menyatakan di Serambi Indonesia beberapa waktu lalu mengatakan isu pemekaran ALA dan Abas yang kembali digembar-gemborkan oleh Forum besar (Forbes) ALA dan Abas melalui beberapa tokoh Aceh yang duduk di DPR RI hanyalah sebagai trik politik untuk mencari panggung atau cari sensasi semata.
Padahal DPR RI sudah mengesahkan pemekaran sejumlah daerah, namun tanpa menyebutkan provinsi ALA dan Abas. Hal ini menandakan aspirasi pemekaran Aceh tidak dilayani di tingkat pusat, mengingat perdamaian di Aceh merupakan harga mati bagi bangsa Indonesia. Bahkan wacana pemekaran Aceh yang digaungkan kembali oleh Forbes dinilai hanya kepentingan elit politik semata.