18 Januari 2014

Pesan ibu kepada anaknya yang mau menikah





 
Wahai putriku kamu menghadapi hidup baru, kehidupan yang tidak ada campur tangan ibu, bapak, dan salah seorang dari saudaramu. kamu akan menjadi teman orang laki-laki yang tidak ingin dari seorangpun ikut campur walaupun dari daging dan darahmu sendiri. wahai putriku jadilah sebagai istrinya dan ibunya, jadikanlah dia merasa bahwa kamu segala-galanya dalam kehidupan dan dunianya. ingat-ingatlah selalu bahwa lelaki siapapun dia, dia adalah anak kecil yang besar, sedikit kata-kata yang manis membuat ia bahagia. jangan kamu jadikan ia merasa bahwa pernikahannya denganmu menghalangimu dari keluargamu, karena perasaan ini juga dia rasakan, karena dia juga meninggalkan rumah orang tuanya dan keluarganya karena engkau, hanya bedanya kamu perempuan ia laki.

seorang wanita selalu merindukan kelurganya dan rumah tempat tinggalnya, tumbuhnya, akan tetapi dia harus membiasakan dirinya dalam kehidupan yang baru ini. haruslah seorang istri mengadaptasikan hidupnya dari seorang laki yaitu suaminya, pembimbingnya, dan bapak dari anak-anaknya.
ini dunia baru bagimu, wahai putriku ini adalah masa kinimu dan masa depanmu. Ini adalah keluargamu yang kamu bersama-bersama suamimu membinanya. adapun bapak dan ibumu adalah masa lalumu. sesungguhnya aku tidak memintamu untuk melupakan ibu, bapak, dan saudara-saudaramu karena mereka tidak melupakanmu. bagimana mungkin ibu melupakan belahan hatinya, akan tetapi aku meminta agar kamu mencintai suamimu hidup bahagia selamanya.

tiadalah kekayaan yang diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Alloh yang lebih baik dari istri sholihah” [HR. Ibnu Majah]

-mutiara-
yang berusaha menjadi seberharga namanya…

                        #Sang TrainerMuhammad Hadidi#