8 Maret 2015

Jangan Salah Jalan Kawan..!

Jalan kesesatan sebagaimana digambarkan dalam hadits Rasulullah Saw. Ibarat pintu-pintu yang diberi tirai yang indah yang berada di batas-batas aturan Allah. Pintu-pintu itu memang kelihatan indah dan menarik namun memasuki pintu-pintu itu berarti memasuki tempat-tempat yang diharamkan oleh Allah. Orang yang memasuki pintu-pintu itu berarti tersesat dari jalan kebenaran. Pernahkan anda merasakan bagaimana rasanya menjadi orang yang tersesat jalan?
Jika orang tersesat jalan, maka paling tidak ia akan mengalami perasaan cemas, khawatir, bahkan ketakutan karena kehilangan arah tujuan yang hendak ia tuju. Selain itu ia akan kehilangan banyak waktu untuk dapat sampai ke tujuan. Lebih dari itu ia akan terus mengalami kebingungan jika tidak segera kembali ke jalan yang benar.
Begitulah perumpamaan sederhana kondisi kehidupan orang yang memilih jalan kesesatan dalam hidupnya. Hatinya tidak pernah merasa tenang, selalu ada masalah yang meresahkan jiwanya yang sebenarnya persoalannya kecil akan tetapi terasa besar dan susah dipecahkan. Hidupnya melaju tanpa arah tujuan yang jelas karena ia telah kehilangan orientasi hidup. Waktu-waktunya berlalu tanpa ada manfaat untuk kehidupannya di dunia dan di akherat. Orang seperti ini oleh Allah disebut seperti binatang ternak bahkan lebih hina dari binatang ternak (Lihat Q.S. Al-A’raf: 179) karena ia hanya menggunakan potensinya layaknya binatang yang hanya bergantung pada potensi instink dan hawa nafsu belaka sehingga perilakunyapun seringkali mirip binatang yang hanya memikirkan makan, minum, tidur, melampiaskan nafsu birahi tingkat rendah dalam arti tidak pernah memikirkan baik dan buruknya serta halal dan haramnya  apa yang dilakukannya itu. Tak pernah dibenaknya ada pikiran tentang tugas hidup yang harus dilakukan, tentang pertanggungjawaban yang akan dipertanyakan nanti di akherat. Hidupnya banyak berlalu tanpa guna kecuali hanya menambah beban hidup di dunia dan siksaan di akherat. Tak terbersit dalam pikirannya tentang masa depan yang harus di songsongnya, kemulyaan sebagai manusia yang harus dipertahankan dan diperjuangkannya. Yang penting baginya adalah enjoy, fun, dan happy.
            Al-Quran menyebut beberapa tanda orang-orang yang memilih jalan kesesatan, di antaranya:
1.  Menjadikan syaitan sebagai pelindungnya.
فَرِيقًا هَدَى وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلَالَةُ إِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ
Artinya : “ Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk “. ( QS. Al-A'raf : 30)

2.  Lebih menyukai kehidupan dunia dari pada akhirat, dan menjadi pendukung kemungkaran
الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ
Artinya : ” (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh”.( QS. Ibrahim : 3 )

3.      Tidak merespon misi Rasulullah saw ( memahami ayat-ayat Allah, mensucikan diri dan mempelajari Al-Qur’an dan Hadits )
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ ءَايَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Artinya : ” Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan hikmah (As- Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,”. ( QS. Al-Jumu’ah : 2 )

4.      Tidak percaya dengan ayat-ayat Allah dan mengingkari perjumpaan dengan-Nya   di akhirat.
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا. الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا. أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا. ذَلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا ءَايَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا.
Artinya : ”Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka         dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia[Allah], Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok”. (QS. Al-Kahfi : 103-106 )


Bagi orang-orang yang tidak mau menempuh jalan kebenaran dan lebih memilih jalan kesesatan, maka Allah telah menjelaskan resiko yang harus ditanggungnya. Hal itu disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai berikut :
a.                  Bagi yang berpaling dari peringatan Allah, ia akan mengalami hidup yang sulit.
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
Artinya : “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta “. ( QS. Thaha : 124 )
b.                      Bagi yang berpaling dari peringatan Allah, ia akan mendapatkan azab yang amat berat.
لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَمَنْ يُعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا
Artinya : “Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat “. ( QS Al- Jin : 17 )

c.                       Bagi yang melupakan peringatan Allah, ia akan dimanjakan dengan kesenangan namun kemudian disiksa dengan tiba-tiba hingga putus asa.
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ
Artinya :”Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”. ( QS. Al-An’am : 44 )

d.                      Bagi yang tidak mau mendengarkan dan memahami ayat-ayat Allah diancam masuk neraka Jahanam.
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Artinya : “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai “. (QS. Al-A’raf : 179 )
            Orang-orang yang meilih jalan kesesatan itu, di akherat nanti akan mengalami banyak penyesalan sebagaimana disebutkan al-Quran sebagai berikut:
1.        Menyesal karena lalai menjalankan kewajiban terhadap Allah.
أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَاحَسْرَتَا عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ
Artinya : “Supaya jangan ada orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah )”. ( QS. Az-Zumar : 56 )

2.        Menyesal karena tidak mau bertaqwa
أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
Artinya : “Atau supaya jangan ada yang berkata: 'Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa”. ( QS. Az-Zumar : 57)

3.      Menyesal karena  tidak berbuat kebaikan
أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya : “Atau supaya jangan ada yang Berkata ketika ia melihat azab 'Kalau sekiranya Aku dapat kemnbali (ke dunia), niscaya Aku akan termasuk orang-orang berbuat baik”. (QS. Az-Zumar : 58 )

            Meskipun demikian, dengan rahmat dan kasih sayang Allah, masih ada solusi untuk keluar dari jalan kesesatan itu. Hal itu disebutkan dalam beberapa ayat al-Quran sebagai berikut:
1.      Jangan putus asa dari rahmat Allah ( karena telah banyak dosa )
قُلْ يَاعِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Artinya : “Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya (kecuali dosa syirik / QS. An-Nisa’ :48). Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayan”. ( QS. Az-Zumar : 53 )

2.      Segera kembali kepada Allah dan tunduk kepada-Nya.
وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ
Artinya : “Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)” ( QS. Az-Zumar : 54 ).

3.      Segera mengikuti Al-Qur’an dengan sebaik-baiknya
وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَوَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ
Artinya : “Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu[Al-Qur’an] sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya”. (QS. Az-Zumar : 55 )

Demikianlah, jelas sekali Allah telah memaparkan tentang jalan hidup bagi umat manusia dengan segala konsekwensinya, bahkan Allah juga memberikan solusi dari akibat salah pilih jalan kehidupannya. Oleh sebab itu, apa yang membuat orang tidak memilih jalan kehidupan yang baik jika ia adalah orang yang berakal ? Mungkinkah ia sedang ditipu oleh kehidupan dunia dan oleh syaitan sang penipu atau sedang memperturutkan hawa nafsunya ? Bukankah Allah telah mengingatkan manusia agar hati-hati dan selalu waspada serta berfikir cerdas dalam hidup ini? Coba pahami dan renungkan ayat-ayat berikut:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ. إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
Artinya : “Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah (5). Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, Maka anggaplah ia musuh(mu), Karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (6). (QS. Fathir : 5-6 )

وَمَنْ كَانَ فِي هَذِهِ أَعْمَى فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَى وَأَضَلُّ سَبِيلًا
Artinya : “Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar) (Q.S. Al-Isra’: 72).

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ
Artinya : “Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak lagi tuli ( tidak mau mendengarkan dan memahami kebenaran ) dan tidak mau menggunakan akalnya ( untuk memikirkannya ).      ( QS. Al-Anfal : 22 )

Daftar Pustaka :
Taufiq, HN., Buletin Al-Qur’an Tematik, Masjid AR Fachruddin UMM, Unit Dakwah dan Pengabdian Masyarakat, 2009

Al-Qur’an dan Terjemhnya, DEPAG RI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar