8 Maret 2015

Muhasabah Diri

Muhammad Hadidi SHI
Muhasabah Diri, berhenti sejenak dalam kehidupan bukan berarti menyerah dalam menjalaninya, akan tetapi terkadang diri ini , tubuh ini perlu di "refresh" sejenak agar mampu mengevaluasi, apa-apa saja yang telah kita lakukan selama ini, apakah banyak kebaikan atau keburukan?

Saudara -saudara sekalian. Ambilah selembar kertas, dan alat tulis masing – masing.

Tuliskan nama Anda dengan lengkap, bukan nama panggilan. Perhatikanlah nama itu dengan baik, tataplah... Kelak nama ini akan tertulis pada batu nisanmu.

Di bawahnya tulislah nama ibumu, ibundamu yang kau cintai. Yang telah mengandungmu di dalam rahimnya, melahirkanmu, dan mengasuhmu hingga engkau dewasa.

Selanjutnya tulislah nama ayahmu, seorang laki – laki yang telah berjalan jauh, membanting tulang mencari sesuap nasi, untuk menghidupi keluarganya.

Di bawahnya tulislah nama istri atau nama suamimu, orang yang telah dijodohkan Tuhan untuk menjadi pendampingmu, untuk selama – selamanya.

Di bawahnya lagi, tulislah nama anak – anakmu yang kau cintai, permata – mata hatimu, yang telah diamanahkan Tuhan kepadamu.

Saudara – saudaraku............ Marilah dengan perlahan – lahan, kita tundukan kepala, kemudian pejamkanlah mata, hadirkanlah Asma Allah SWT yang Maha Agung, jadikanlah Allah selalu di hati dan pikiranmu. srasakanlah ketenangan... rasakanlah ketenangan itu lebih dalam lagi. Bayangkan seakan – akan kita sedang berjalan di suatu jalan yang lurus, lurus sekali... Dan di ujung jalan itu ada sebuah rumah... di sudut ruang dalam rumah itu, ada sebuah kursi, di atas kursi itu duduk seorang wanita, kita pandangi wajah wanita itu, ternyata dia adalah ibumu, ibumu yang tercinta. Dialah seorang wanita yang telah mengandungmu di dalam rahimnnya selama 9 bulan 10 hari. Dan ketika melahirkanmu ia berjuang antara hidup dan mati, menahan sakit, dan bersimbah darah ketika menghadirkanmu ke dunia. Pandangilah lagi wajah ibumu, yang kini telah nampak semakin tua.


Di samping ibumu, duduk seorang lki – laki, yang telah lanjut usia, itulah ayahandamu tercinta. Seorang laki – laki yang telah berjalan jauh, bekerja keras mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Dan sewaktu engkau masih kecil, dia juga sering mengendongmu, meninabobokanmu. Sehingga engkau sering tertidur di pundaknya yang bidang. Tetapi laki – laki itu kini sudah semakin tua, tinggal gurat – gurat diwajahnya yang keletihan, namun dia adalah seorang laki –laki yang bertanggung jawab dan berjasa kepada keluarganya.

Apa yang telah engkau lakukan kepada orang tuamu. Engkau kini mungkin sering melupakannya. Bahkan mungkin kini, kedua orang tuamu telah tiada. Berdoa untuk keduanya, engkau pun mungkin sering melupakannya. Ya Allah yang Maha Besar, ampunilah dosa – dosaku, ampunilah dosa –dosaku, ampunilah segala kelalaianku. Mereka adalah orang – orang yang paling berjasa dalam hidupku, mengapa ya Allah, aku menjadi orang yang sering melupakannya. 

"Relakah kita orang tua kita disiksa, karena lalainya kita sebagai anak (gemar bermaksiat), sudah cukup susah payah lah beliau di dunia, tapi yang kita berikan belumlah terbayar di dunia, masih kita berikanlah pemberat dosa untuk beliau dengan bermaksiat kepada Allah...

Astagfirullah al`adzim. Ampunilah ya Allah kedua orang tuaku, tempatkanlah keduanya ya Allah di tempat yang terbaik disisi-Mu. Allahumagfir li,wa liwaalidaya warhamhumaa kamaa robayani shoghiiroo. Ya Allah ampunilah aku, dan ampunilah kedua orang tuaku, sayangilah mereka ya Allah, sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu kecil....

Apa yang akan kita banggakan dalam diri kita..? pernahkan kita membuat ibu dan ayah kita tersenyum bangga melihat kita? Pengorbanan apa yang akan kita berikan untuk mereka?
Bayangkan, ketika kelak Anda dan orang tua Anda dihadapkan dalam pertemuan besar dengan Allah Rabbul ‘Alamin. Bayangkan, waktu itu seseorang sudah tidak lagi mempedulikan satu dg yg lain. Segala dosa dan amal shaleh hanya dipikul sendiri. Tiba2 datanglah syafa’at Al-Qur’an yang memberikan mahkota karomah, kemuliaan untuk orang tua kita. Karena kita selalu berinteraksi dg Al-Qur’an, menghafal, membaca, memahami dan beramal dg Al-Qur’an. Bayangkan, senyuman ibu dan ayahmu yang indah karena dg sebab dirimu mereka dikumpulkan kembali bersama dalam syurga dan RidhoNya.
Dengan sebab Al-Qur’an yg ada dalam dadamu, Allah karuniakan kemuliaan haqiqi untukmu.

Mungkin sebelum ini, Anda memiliki rasa ketidakpercayaan diri untuk menghafal Al-Qur’an dan berjuang dalam barisan mereka. Ingatlah bahwa Allah tidak melihat hasil yang kita peroleh, akan tetapi proses yang kita jalani.

Mungkin sebelum ini, Anda hanya sanggup menghafal ala kadarnya tergantung mod. Maka saat ini Anda harus bertekad untuk lebih baik lagi menghafal, membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an. Ingatlah bahwa kita diciptakan dengan segudang potensi besaaar. Maka tidak ada alasan lagi buat kita untuk bermalasa-malasan.

Hadirkanlah rasa percaya itu dalam diri dan benak kita. Hancurkanlah segala batasan2 yg ada. Hancurkanlah segala tembok2 penghalang yg ada. Bertekadlah pada diri untuk tidak pernah mengatakan “saya tidak bisa”. Gantilah kata2 itu dalam memori kita dgn kata “Saya Pasti Bisa”.

Rasa percaya, akan membuat kita terus mencari jawaban atas permasalahan dan dalam waktu tak lama kita akan menemukan jawabannya.

Penting utk percaya pd diri sendiri. Percaya kita bisa mengerjakan apapun keadaannya.
Jika kita percaya kita bisa,maka kita akan benar2 bisaKetika kekalahan menghampirimu, jangan biarkan ia menghentikanmu. Percayalah, selalu ada solusi di setiap rintangan.Jangan hiraukan apa yg orang pikirkan tentangmu. Siapa dirimu adalah anugerah dari Allah, hanya padaNya kamu harus mendengar.Sebelum membuka mata, tariklah nafas dalam2. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar