21 Juni 2016

No Free Sex...!!!


Jangan Melakukan Sex Bebas

Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu kabar miring yang sering kita dengar tentang mahasiswa indekost adalah mengenai pergaulan bebas. Peluang terjadinya pergaulan bebas (seksual) di kalangan mahasiswa yang kost relatif cukup besar, mengingat mereka jauh dari pengawasan orang tua; perkembangan psikologis dan sosial, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan seksual dan pengakuan orang lain (sosial); dan tidak adanya pengawasan dari pemilik rumah kost (lingkungan sekitar kost). Sistem kontrol yang lemah dan tidak didukung oleh kepribadian serta iman yang kuat dari mahasiswa akan membuat perilaku mahasiswa tidak terkendali.
Pada dasarnya pergaulan bebas dan seks di luar nikah merupakan akibat dari berbagai situasi dan kondisi yang sangat kompleks. Ditinjau dari aspek psikologis, pergaulan bebas sering diakibatkan adanya permasalahan internal mahasiswa yang tidak terpecahkan, misalnya problem kepercayaan diri yang rendah sehingga membutuhkan penerimaan sosial yang lebih tinggi dari lingkungan sosialnya, kekecewaan terhadap lawan jenis yang pernah menyakiti hatinya, kegagalan dalam membina hubungan dengan lawan jenis, ketidaksiapan mental dalam mengikuti arus perubahan hubungan sosial, kekecewaan terhadap orang tua yang kurang memberikan perhatian terhadap perkembangan dirinya serta ketidakmampuan dalam mengelola emosi.

Sementara ditinjau dari aspek sosial, pergaulan bebas dan seks pranikah banyak ditimbulkan oleh adanya perubahan jaringan informasi yang sangat radikal, dimana informasi tentang seks banyak dijumpai di berbagai media tanpa adanya kontrol atau penyaringan, kondisi lingkungan (masyarakat) yang tidak jarang membiarkan munculnya perilaku negatif dalam hubungan antar lawan jenis, kurangnya sanksi (sosial, moral dan fisik) terhadap pelanggaran tersebut dan lingkungan keluarga yang kurang memberikan kontrol dan pendidikan seks terhadap mahasiswa.
Keadaan ini apabila dibiarkan maka akan semakin menjerumuskan mahasiswa kepada jurang kegagalan dan kehancuran masa depannya. Banyak mahasiswa yang tidak dapat melanjutkan studi karena terjerumus dalam pergaulan bebas yang berujung kepada perbuatan melanggar hukum yang dikenai sanksi (akademik maupun pidana). Tidak jarang pula mahasiswa yang studinya berantakan karena ketidakmampuan mengelola waktu dan tenaga akibat telah terlena dengan kenikmatan pergaulan bebas.
Berbagai solusi dapat diberikan untuk mengurangi atau menghindari pergaulan bebas ini, antara lain memilih teman bergaul yang baik (mendukung pencapaian prestasi), mengalokasikan waktu dan tenaga untuk aktif diberbagai kegiatan ekstrakurikuler, merenungkan kembali tujuan kuliah di perguruan tinggi dan akibat dari perbuatan pergaulan bebas tersebut serta meningkatkan pemahaman tentang masalah moral dan agama. Secara empiris dapat ditemukan bahwa mahasiswa yang cenderung mengalokasikan waktu dan tenaganya dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler akan terhindar dari pergaulan bebas dan seks pra nikah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar