![]() |
| Ahli Ibadah dan Sang Pelacur. |
"Silahkan masuk!" pinta si wanita itu.
Orang ahli ibadah itu kemudian masuk kerumahnya. Di rumah wanita pelacur itu mempunyai sebuah tempat tidur terbuat dari emas. Wanita itu lalu duduk ditempat tidurnya seraya berkata, "Ayo cepat!" Ketika laki-laki tersebut hendak memuaskan hasratnya kepada wanita tadi, seketika itu pun dia ingat akan kedudukan dirinya disisi Allah dan gemetarlah seluruh persendiannya. Laki-laki itu lalu berkata kepada si wanita teman kencannya, "Biarlah aku keluar meninggalkanmu dan uang 100 dinar itu menjadi hakmu!"
"Apa yang terjadi kepada dirimu, bukankah kamu telah tergila-gila kepadaku hingga kamu pun memeras keringat untuk mendapatkan uang 100 dinar? sekarang kamu telah mendapatkan diriku, akan tetapi kamu justru meninggalkanku," Kata wanita itu kepadanya.
"Ini karena aku takut kepada Allah dan juga atas kedudukanku disisi-Nya. Kamu telah membenciku dan demikian juga kamulah orang yang paling aku benci," Kata laki-laki itu.
"Jika yang kamu katakan itu benar, aku tidak akan bersuami selain dengan dirimu" Jawab siwanita kepadanya.
"Biarkanlah aku keluar!" Pinta laki-laki itu.
"Tidak, kecuali bila kamu bersedia menjadi suamiku!" Desak wanita itu.
"Tidak, biarkanlah aku keluar dulu!" Jawab laki-laki tersebut.
"Apa yang membuatmu merasa berat bila aku datang memohon kepadamu untuk menikahi diriku?" Kata wanita tersebut.
"Mungkin saja!" Jawabnya, sambil mengenakan cadar dengan kain bajunya lalu keluar dari daerah tersebut. Demikian pula dengan siwanita itu ikut keluar seraya bertaubat kepada Allah dan menyesali semua perbuatan yang pernah dilakukannya. Wanita itu terus berjalan hingga akhirnya sampailah dia ketempat asal si laki-laki ahli ibadat itu. si wanita itu lalu bertanya kesana kemari perihal laki-laki ahli ibadat yang pernah mendatanginya. akhirnya jerih payahnya untuk medapatkan laki-laki tersebut membuahkan hasil.
"Tidak, kecuali bila kamu bersedia menjadi suamiku!" Desak wanita itu.
"Tidak, biarkanlah aku keluar dulu!" Jawab laki-laki tersebut.
"Apa yang membuatmu merasa berat bila aku datang memohon kepadamu untuk menikahi diriku?" Kata wanita tersebut.
"Mungkin saja!" Jawabnya, sambil mengenakan cadar dengan kain bajunya lalu keluar dari daerah tersebut. Demikian pula dengan siwanita itu ikut keluar seraya bertaubat kepada Allah dan menyesali semua perbuatan yang pernah dilakukannya. Wanita itu terus berjalan hingga akhirnya sampailah dia ketempat asal si laki-laki ahli ibadat itu. si wanita itu lalu bertanya kesana kemari perihal laki-laki ahli ibadat yang pernah mendatanginya. akhirnya jerih payahnya untuk medapatkan laki-laki tersebut membuahkan hasil.
Seseorang lalu datang menghadap kepada laki-laki ahli ibadat yang dimaksud wanita tersebut seraya berkata, "Sesungguhnya sang permaisuri telah datang kepadamu." Ketika sang ahli ibadat melihat kedatangan wanita itu dia terkejut sambil menjerit dan jatuh dalam rengkuhan tangan si wanita itu. ternyata dia telah meninggal dunia seketika itu juga, si wanita itu lalu bertanya, "Sifulan ini telah meninggalkanku untuk selama-lamanya. apakah dia masih memiliki sanak keluarga?"
"Saudaranya adalah seorang laki-laki yang miskin," Jawab mereka yang hadir. "Jika demikian, aku akan menikah dengannya karena kecintanku kepada saudaranya," jawab si wanita itu. Akhirnya si wanita tersebut dinikahkan dengan saudara laki-laki si ahli ibadat itu. Dan dari hasil pernikahan, oleh Allah dikaruniakan kepada mereka tujuh orang Nabi as.
"Saudaranya adalah seorang laki-laki yang miskin," Jawab mereka yang hadir. "Jika demikian, aku akan menikah dengannya karena kecintanku kepada saudaranya," jawab si wanita itu. Akhirnya si wanita tersebut dinikahkan dengan saudara laki-laki si ahli ibadat itu. Dan dari hasil pernikahan, oleh Allah dikaruniakan kepada mereka tujuh orang Nabi as.
Luar biasa dari kisah diatas kita dapat merunungi bahwa bagaiaman dengan pelacur-pelacur jaman sekarang? Apakah masih ada yang bersifat seperti pelacur dari kisah di atas, tentunya ada seorang pelacur tidak semua mereka menjajankan dirinya karena tidak takut kepada Allah, namun hanya karena himpitan ekonomi, paksaan gaya hidup serta tanggung jawab lainnya sehingga ia terpaksa terjerumus di dalam lubang dosa pelacuran. maka tugas kita semua untuk berusaha mengajak mereka kembali ke jalan Allah SWT.(Sumber: Mereka yang Kembali, Ibnu Qudamah; Hal.105)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar