حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ ،
حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الأَحْمَرُ ، عَنِ ابْنِ عَجْلانَ ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ
يَحْيَى بْنِ خَلادٍ ، عَنْ أَبِيهِ ،
عَنْ عَمِّهِ وَكَانَ بَدْرِيًّا رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : كُنَّا جُلُوسًا مَعَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ،
فَجَاءَ رَجُلٌ يُصَلِّي ، فَصَلَّى صَلاةً خَفِيفَةً لا يَتِمُّ رُكُوعَهَا وَلا
سُجُودَهَا ، وَرَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَرْمُقُهُ ، وَنَحْنُ لا
نَشْعُرُ ، فَصَلَّى فَسَلَّمَ ، ثُمَّ جَاءَ ، فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله
عليه وسلم ، فَرَدَّ عَلَيْهِ ، فَقَالَ لَهُ : أَعِدْ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ،
فَلَمَّا كَانَتِ الرَّابِعَةُ قَالَ : يَا رَسُولَ اللهِ ، قَدْ وَاللَّهِ
اجْتَهَدْتُ ، فَقَالَ : إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاةِ فَاسْتَقْبَلِ الْقِبْلَةَ
، ثُمَّ كَبِّرْ ، ثُمَّ اقْرَأْ ، ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ،
ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ قَائِمًا ، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا
، ثُمَّ اجْلِسْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ، ثُمَّ قُمْ ، فَإِذَا فَعَلْتَ
ذَلِكَ فَقَدْ تَمَّتْ صَلاتُكَ وَمَا نَقَصْتَ مِنْ ذَلِكَ نَقَصَتْ صَلاتُكَ
![]() |
| Oleh : Mohd Hadidi |
Saat
berdiri, benar-benar berdiri. Bukan berdiri seperti orang ber-upacara bendera
atau berdiri seperti orang latihan karate, tetapi berdirilah yang tenang dan
kendor agar seluruh organ tubuh berada dalam posisinya secara alami. Kita bisa
merasakannya pada saat kita berdiri di tepi pantai melihat pemandangan yang indah,
debur ombak bergulungan menghampiri sampai menyentuh kaki kita. Saat itu tubuh
kita sangat rileks, seluruh organ tubuh menempati posisnya.
Menurut
hasil penelitian Alvan Goldstein, ditemukan adanya zat endorphin dalam otak
manusia yaitu zat yang memberikan efek menenangkan yang disebut endogegonius.
Drs. Subandi MA menjelaskan, bahwa kelenjar endorfina dan enkafalina yang
dihasilkan kelenjar pituitrin di otak ternyata mempunyai efek yang mirip dengan
opiate (candu) yang memiliki funngsi menimbulkan kenikmatan (pleasure
principle), sehingga disebut opiate endogen. Apabila seseorang dengan sengaja
memasukkan zat morfin ke dalam tubuhnya maka akan terjadi penghentian produksi endorphin.
Pada pengguna narkoba, apabila dilakukan penghentian morfin dari luar secara tiba-tiba,
orang akan mengalami sakau (ketagihan yang menyiksa dan gelisah) karena otak tidak
lagi memproduksi zat tersebut. Untuk mengembalikan produksi endorphin di dalam
otak bias dilakukan dengan meditasi, shalat yang benar atau melakukan dzikir-dzikir
yang memang banyak memberikan dampak ketenangan.
Orang yang
melakukan shalat dengan tenang dan rileks akan menghasilkan energi tambahan dalam
tubuhnya, sehingga tubuh merasa fresh. Itulah sebabnya mengapa Rasulullah
begitu yakin bahwa shalat merupakan jalan yang ampuh untuk mengubah perilaku
manusia, yang tidak baik menjadi berakhlaq mulia.
1.TAKBIR
(Mengangkat Tangan)
Memberika aliran darah
dari pembuluh balik yang terdapat dilengan untuk diisikan ke mata, telinga,
mulut.
2.SEDEKAP
(Pengisian Pembuluh Darah di Organ-organ Kepala)
Menjepit pembuluh darah
balik pada lengan kiri sehingga pembuluh darah ditangan kanan akan mengembang.
Pada saat mengangkat tanganmau rukuk semprotan pembuluh darah berkecepatan
tinggi di tangan kanan akan mengisi pembuluh darah yang ada di bagian kepala.
3.RUKUK
(Pelenturan Memori Otak dan Ginjal)
Kelenturan tulang
belakang yang berisi sumsum tulang, merupakan saraf sentral beserta sistem
aliran darahnya. Rukuk yang sempurna akan menarik urat pinggang sehingga dapat
mencegah sakit pinggang dan sakit ginjal. Tuas sistem keringat yang terdapat di
pinggung, pinggang, paha , betis belakang, terpelihara oleh gerakan rukuk, dan
tulang leher,serta saluran saraf memori juga terdapat kelenturannya.
4.I’TIDAL
(Pencegah Sakit Kepala dan Pinggang)
Posisi I’tidal bangun
dari rukuk membuat aliran darah turun langsung dari kepala, menyebabkan bagian
pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Sehinga
dapat mencegah saraf keseimbangan tubuh kita sangat berguna untuk menghilangkan
sakit kepala dan pingsan dengan tiba-tiba.
5.SUJUD
(Pencegahan Koroner dan Stroke)
Pada saat sujud
pembuluh darah nadi balik, dikunci dipangkal paha, sehingga tekana darah akan
lebih banyak dialirkan kembali ke jantung dan di pompa ke kepala. Posisi sujud
adalah cara maksimal untuk mengalirkan darah dan oksigen ke otak dan anggota
tubuh di kepala. Posisi dujud adalah teknik terbaik untuk membongkar sumbatan
pembuluh darah jantung sehingga mencegah koroner. Juga membuat pembuluh darah
halus di otak mendapat tekanan lebih, sehingga bisa mencegah stroke.
6.DUDUK2
SUJUD (Duduk Perkasa)
Tekukan kaki dan jari
kaki dapat menyeimbangkan sistem elektrik dan saraf keseimbangan tubuh kita.
Posisi duduk 2 sujud memperbaiki dan menjaga kelenturan saraf keperkasaan yang
banyak terdapat pada bagian paha dalam, cekungan lutut sampai ibu jari kaki.
Akibat lenturnya saraf keperkasaan ini akan mencegah diabetes, prostate dan
hernia.
7.DUDUK
TAHIYYAT AWAL (Duduk Pembakaran)
Posisi duduk ini jika
agak lama sehingga lipatan paha dan betis bertemu, akan mengaktifkan kelenjar
keringat sehingga dapat mencegah pengapuran. Pembuluh darah balik di atas
pangkal kaki tertakan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki
menyebabkan pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakkan ini akan
menjegah agar kaki optimal menopang tubuh kita.
8.DUDUK
TASYAHHUD AKHIR (Keseimbangan Saraf dan Penyembuhan Wasir)
Posisi duduk ini lebih
baik dari bersila. Dalam ilmu yoga kalau pergelangan kaki akan dipegang, lalu
tekan diarea cekungan akan berguna untuk membongkar pengapuran dikaki kiri.
Duduk ini membuat saraf keseimbangan yang berhubungan dengan saraf mata akan
terjaga dengan baik.
9.SALAM
(Terapi Penyakit Kepala)
Gerakan salam jika
dilakukan secara maksimal, bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher.
Berkat kontraksi otot-otot di kepala dihasilkan energi panas dan zat-zat yang
diperlukkan untuk rehabilitasi jaringan yang rusak. Salam kanan dan kiri secara
maksimal, mencegah penyakit kepala dan tengkuk kaku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar