2 Oktober 2013

Muhasabah Diri



Teks Muhasabah Diri, berhenti sejenak dalam kehidupan bukan berarti menyerah dalam menjalaninya, akan tetapi terkadang diri ini , tubuh ini perlu di "refresh" sejenak agar mampu mengevaluasi, apa-apa saja yang telah kita lakukan selama ini, apakah banyak kebaikan atau keburukan?

Saudara -saudara sekalian. Ambilah selembar kertas, dan alat tulis masing – masing.

Tuliskan nama Anda dengan lengkap, bukan nama panggilan. Perhatikanlah nama itu dengan baik, tataplah... Kelak nama ini akan tertulis pada batu nisanmu.

Di bawahnya tulislah nama ibumu, ibundamu yang kau cintai. Yang telah mengandungmu di dalam rahimnya, melahirkanmu, dan mengasuhmu hingga engkau dewasa. Selanjutnya tulislah nama ayahmu, seorang laki – laki yang telah berjalan jauh, membanting tulang mencari sesuap nasi, untuk menghidupi keluarganya.

Di bawahnya tulislah nama istri atau nama suamimu, orang yang telah dijodohkan Tuhan untuk menjadi pendampingmu, untuk selama – selamanya.

Di bawahnya lagi, tulislah nama anak – anakmu yang kau cintai, permata – mata hatimu, yang telah diamanahkan Tuhan kepadamu.

Saudara – saudaraku............ Marilah dengan perlahan – lahan, kita tundukan kepala, kemudian pejamkanlah mata, hadirkanlah Asma Allah SWT yang Maha Agung, jadikanlah Allah selalu di hati dan pikiranmu. srasakanlah ketenangan... rasakanlah ketenangan itu lebih dalam lagi. Bayangkan seakan – akan kita sedang berjalan di suatu jalan yang lurus, lurus sekali... Dan di ujung jalan itu ada sebuah rumah... di sudut ruang dalam rumah itu, ada sebuah kursi, di atas kursi itu duduk seorang wanita, kita pandangi wajah wanita itu, ternyata dia adalah ibumu, ibumu yang tercinta. Dialah seorang wanita yang telah mengandungmu di dalam rahimnnya selama 9 bulan 10 hari. Dan ketika melahirkanmu ia berjuang antara hidup dan mati, menahan sakit, dan bersimbah darah ketika menghadirkanmu ke dunia. Pandangilah lagi wajah ibumu, yang kini telah nampak semakin tua.

Di samping ibumu, duduk seorang lki – laki, yang telah lanjut usia, itulah ayahandamu tercinta. Seorang laki – laki yang telah berjalan jauh, bekerja keras mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Dan sewaktu engkau masih kecil, dia juga sering mengendongmu, meninabobokanmu. Sehingga engkau sering tertidur di pundaknya yang bidang. Tetapi laki – laki itu kini sudah semakin tua, tinggal gurat – gurat diwajahnya yang keletihan, namun dia adalah seorang laki –laki yang bertanggung jawab dan berjasa kepada keluarganya.

Apa yang telah engkau lakukan kepada orang tuamu. Engkau kini mungkin sering melupakannya. Bahkan mungkin kini, kedua orang tuamu telah tiada. Berdoa untuk keduanya, engkau pun mungkin sering melupakannya. Ya Allah yang Maha Besar, ampunilah dosa – dosaku, ampunilah dosa –dosaku, ampunilah segala kelalaianku. Mereka adalah orang – orang yang paling berjasa dalam hidupku, mengapa ya Allah, aku menjadi orang yang sering melupakannya. 

"Relakah kita orang tua kita disiksa, karena lalainya kita sebagai anak (gemar bermaksiat), sudah cukup susah payah lah beliau di dunia, tapi yang kita berikan belumlah terbayar di dunia, masih kita berikanlah pemberat dosa untuk beliau dengan bermaksiat kepada Allah...

Astagfirullah al`adzim. Ampunilah ya Allah kedua orang tuaku, tempatkanlah keduanya ya Allah di tempat yang terbaik disisi-Mu. Allahumagfir li,wa liwaalidaya warhamhumaa kamaa robayani shoghiiroo. Ya Allah ampunilah aku, dan ampunilah kedua orang tuaku, sayangilah mereka ya Allah, sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu kecil....

Apa yang akan kita banggakan dalam diri kita..? pernahkan kita membuat ibu dan ayah kita tersenyum bangga melihat kita? Pengorbanan apa yang akan kita berikan untuk mereka?
Bayangkan, ketika kelak Anda dan orang tua Anda dihadapkan dalam pertemuan besar dengan Allah Rabbul ‘Alamin. Bayangkan, waktu itu seseorang sudah tidak lagi mempedulikan satu dg yg lain. Segala dosa dan amal shaleh hanya dipikul sendiri. Tiba2 datanglah syafa’at Al-Qur’an yang memberikan mahkota karomah, kemuliaan untuk orang tua kita. Karena kita selalu berinteraksi dg Al-Qur’an, menghafal, membaca, memahami dan beramal dg Al-Qur’an. Bayangkan, senyuman ibu dan ayahmu yang indah karena dg sebab dirimu mereka dikumpulkan kembali bersama dalam syurga dan RidhoNya.
Dengan sebab Al-Qur’an yg ada dalam dadamu, Allah karuniakan kemuliaan haqiqi untukmu.

Merenung bukan berarti melamun. Merenung adalah sebuah proses pembelajaran kehidupan dari apa yang telah kita lalui ataupun dari kehidupan orang lain. Hanya karena seseorang tak menyukaimu, bukan berarti kamu harus berubah demi mereka. Tersenyumlah dlm menghadapi masalah. Bkn krn kau lbh hebat dr masalahmu, tp krn Tuhanmu lbh hebat dr masalahmu. Kamu tak akan bisa membuat semua orang bahagia, namun kamu pasti bisa membuat seseorang bahagia karena dirimu bahagia.
Setiap ada awal pasti ada akhir, setiap masalah pasti ada solusi. Jangan pernah menyerah, percaya diri, dan bahagia menanti.

Kebahagiaan adalah milik mereka yang mempunyai impian, dan punya keberanian untuk berusaha mewujudkannya jadi kenyataan. Kedewasaan tdk tumbuh dr melakukan apa yg orang lain sukai, tp dr melakukan apa yg dirimu sendiri yakini.

Jangan pernah melupakan pemberian Tuhan, baik itu anugerah maupun cobaan. Selalu ada makna disetiap peristiwa. God is Good.

Rasa percaya itu akan membuat kita terus mencari jawaban atas permasalahan dan dalam waktu tak lama kita akan menemukan jawabannya.

Penting utk percaya pd diri sendiri. Percaya kita bisa mengerjakan apapun keadaannya. Jika kita percaya kita bisa,maka kita akan benar2 bisa

Tuhan menempatkanmu di dunia ini bukan tuk melihat kisah orang lain, tapi tuk melakukan sesuatu yg membuat orang lain ingin membaca kisahmu.
Ketika kekalahan menghampirimu, jangan biarkan ia menghentikanmu. Percayalah, selalu ada solusi di setiap rintangan.
Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah menganggap diri sendiri yang terbaik, padahal itu adalah kesalahan yang cukup besar.

Janganlah kamu mencari-cari kekurangan orang lain, disaat mereka bersedia menerima kekurangan milikmu.

Jangan hiraukan apa yg orang pikirkan tentangmu. Siapa dirimu adalah anugerah dari Tuhan, hanya padaNya kamu harus mendengar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar