| Doc. Pribadi : Muhammad Hadidi di depan GKB I UMM |
Oleh
Muhammad Hadidi
Mahasiswa Islamic Law Univerity Muhammadiyah Malang
الم (1) ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا
رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ
الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا
أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
(4) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (5)
Artinya : “Alif Laam Miim. Kitab (Al Qur'an) ini tidak
ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang
beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian
rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab
(Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah
diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah
orang-orang yang beruntung.” (Q.S. al-Baqarah 1-5)
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ
يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan
umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah
dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. “(Q.S. Ali Imran
104)
وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ
فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya : “Timbangan pada hari itu ialah kebenaran
(keadilan), maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah
orang-orang yang beruntung.” (Q.S. al-A’raf 8)
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ
إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا
وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya : “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu'min,
bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum
(mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan
kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Q.S. al-Nur 51)
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ
وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ
فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ
بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya : “Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah
beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai
orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam
hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin);
dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri.
Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang
dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(Q.S. al-Hasyr 9)
Kandungan Hikmah :
Orang-orang sukses dunia dan akhirat di dalam al-Quran disebut dengan
istilah al-Muflihun. Mereka ini adalah salah satu figur ideal yang
seharusnya menjadi dambaan bagi orang yang beriman. Mereka memiliki beberapa ciri
di antaranya:
1.
Memiliki keyakinan yang tinggi bahwa hidup ini tidak
sebatas pada apa yang tampak di permukaan bumi ini. Ada kenyataan hidup lain yang memiliki
keterkaitan yang erat dengan kehidupan yang nyata ini
2.
Memenuhi kewajibannya terhadap Allah terutama shalat
yang menjadi kewajiban sehari-hari
3.
Mampu berbuat baik untuk kemanusiaan dengan kekayaan
yang dimilikinya
4.
Mengikuti petunjuk dan hukum nabi karena yakin itulah
jalan yang benar
5.
Memiliki visi jauh ke depan bahwa amal perbuatan
manusia akan dipertanggungjawabkan sehingga mereka selalu berusaha memperbanyak
amal baiknya
6.
Memiliki kepedulian social yang tinggi (memperjuangkan kebaikan)
7.
Mampu mengendalikan hawa nafsu demi berbuat baik untuk orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar