1 Maret 2021

MANAJEMEN STRESS

 


"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir "(QS. Al-Maarij: 19-21)

Dalam kehidupan sehari-hari kita senantiasa berhadapan dengan situasi atau kondisi yang membuat pikiran dan perasaan kita tertekan. Berbagai sebab dapat membuat kita merasa tertekan bahkan terancam oleh kondisi tersebut bahkan terkadang kita tidak mengatahui dengan baik apa yang menyebabkan perasaan

kita tertekan atau pikiran kita tidak fokus dan perilaku kita berubah cenderung emosional. Keadaan seperti ini disadari atau tidak mungkin sering kita alami sehingga kita perlu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana mengatasinya.

Kata stress sering diasosiasikan dengan adanya peristiwa yang menekan sehingga seseorang tidak berdaya dan biasanya menimbulkan dampak negatif seperti pusing, tekanan darah tinggi, mudah marah, sedih, sulti berkonsentrasi, tidak bisa tidur dan sebagainya. Dalam hal ini stress didekati melalui reaksi yang ditimbulkan dari stress (gejala stress).

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia ada 2 pengertian stress: (1) Gangguan atau kekacauan mental dan emosional (2) Tekanan. Secara psikologis, stress didefinisikan sebagai suatu respons penyesuaian seseorang terhadap situasi yang dipersepsinya menantang atau mengancam kesejahteraan orang bersangkutan. Jadi stress merupakan suatu respon fisiologik ataupun perilaku terhadap ‘stressor’ hal yang dipandang sebagai penyebab tekanan, gangguan keseimbangan (homeostasis), baik internal maupun eksternal. Dalam pengertian ini, bisa kita perjelas bahwa stress bersifat subjektif sesuai persepsi orang yang memandangnya. Dengan perkataan lain apa yang mencekam bagi seseorang belum tentu dipersepsi mencekam bagi orang lain.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar