Ketika Cinta Berbalas
 |
| Muhammad Hadidi |
Saya masih
ingat ada seorang sahabat yang menulis artikel dengan judul "Cinta tak
terbalas". Ya, jika udah bicara tentang "CINTA", tidak akan pernah ada kata
akhirnya, karena CINTA adalah anugerah yang indah sekaligus bikin
gelisah. Cinta tak/belum terbalas mungkin menyakitkan .. bikin penasaran
… sekaligus berbunga angan-angan, "andaikan dia mau sama aku..", "apa dia tahu
perasaanku ya ?". Mau tidak mau, kita dipaksa untuk mengakui dengan jujur…. ,
tiap hari pertanyaan serupa itu selalu muncul berganti-ganti.
Bila si
dia menunjukkan respon ke arah "sana", hati kita langsung "kling-kling" bersinar
cemerlang, serasa hanya kita yang diperhatikan .. "o, ternyata benar .. dia juga
punya perasaan sama", "tuh, hanya aku yang dapat perhatian seperti itu…bla
bla..bla ". Lagi, kalau si dia yang bikin kita kebat-kebit cuek dalam satu hari,
hati tanpa dikomando bilang "tuh, aku mah ge-er aja… ", "ah, ternyata dia nggak
suka ma aku". Lingkaran ini akan selalu berputar tak berkesudahan bila kita
tidak bertanya langsung kepada si dia (karena takut resikonya ditolak).
Setuju sekali dengan pendapat sang ukthi, betapa naifnya hanya karena
cinta pada satu orang, kita melupakan cinta dari orang-orang yang telah
memberikan cinta sejatinya dari orang tua, saudara, sahabat, guru-guru,
dll. Nah, sekarang bagaimana kalau CINTA BERBALAS? Apakah memang seperti
gambaran orang-orang yang patah hati karena cinta mereka bertepuk sebelah
tangan? Cinta yang berbalas itu indah dan membahagiakan?
Cinta. Anugerah
terindah itu pasti akan pernah mampir kepada manusia, makhluk ciptaan-Nya yang
dilengkapi akal dan perasaan. Kita juga tidak pernah berencana untuk mencintai
seseorang. Cinta itu datang tak terduga, mengalir begitu saja dan paling parah..
sukar untuk menghentikannya.! Di saat, virus merah jambu itu datang pada kita…
dan bluss !! ternyata… CINTA ITU BERBALAS! Benar-benar indahkah? Membahagiakan
kah? Ternyata dari beberapa hasil survey, didapat kesimpulan "Cinta yang
berbalas juga tidak selamanya sesuai harapan". ILMU, yang dilengkapi oleh
kejujuran hati nurani yang dititipkan oleh SANG PEMILIK CINTA membuat kita
gelisah : takut zina hati sekaligus menikmati gejolak perasaan yang bervariasi.
Hari-hari dipenuhi keraguan.. di saat kita gembira bertemu dengan "dia",
di saat itu pula rasa "takut" hadir, di saat kita merindukannya, di saat itu
pula kita merasa malu karena kita jarang mengingat pemiliknya, Ar-Rahman.
Pergulatan batin akan jadi sangat melelahkan jika kita tidak berusaha untuk
"mempertahankan" diri sekuatnya. Okelah, bagi yang sudah punya kemampuan
dan keinginan untuk menikah dalam restu orang tua, mereka punya solusi : SEGERA
MENIKAH! Berbahagialah bagi sahabat-sahabat yang berada dalam atmosfir seperti
ini.
Nah, bagi yang belum punya kemampuan? atau yang jatuh cinta pada
yang nggak seakidah, atau yang belum direstui orang tua untuk segera menikah,
atau lagi, yang jatuh cinta pada tunangan, suami atau isteri orang lain? Wah..
wah.. ini nih UJIAN BERAT!, bukan berarti Allah nggak sayang sama kita, memberi
anugerah sekaligus cobaan, tapi justru kita adalah orang-orang yang terpilih
untuk membuktikan kesungguhan cinta kepada-Nya. Lalu? Haruskah kita hanyut dan
terlena dengan cinta yang sesaat ini?
Ayo sobat ! Cinta sesungguhnya
terbingkai dalam mahligai pernikahan. Dalam bingkai itulah kita benar-benar
berhak mengekspresikan seluruh perasaan cinta yang ada… untuk meraih cinta-Nya
yang Agung. Lamar atau minta dilamar, hanya itu pilihan. Jangan terjebak
CINTA SEMU !! Jika nama "dia" hadir tanpa diundang, segera ganti dengan
istighfar dan sibukkan diri dengan aktifitas yang membutuhkan konsentrasi.
Berhati-hatilah dengan hati yang melambung tinggi karena akan sangat sakit bila
terhempas.
Tulisan ini hanya sekedar wacana untuk sama-sama jadi
renungan. Mudah-mudahan kita bisa menikmati CINTA yang dianugerahkan-Nya dengan
rasa syukur yang dalam, membuat kita makin mencintai-Nya dalam setiap hembusan
nafas, berusaha mempertahankan zikrullah agar tidak berganti dengan nama si
"dia". Mari nikmati CINTA hanya untuk mengharap balasan cinta dari Sang
Pemilik Cinta, karena hanya Dia yang tidak pernah mengecewakan kita. (Farah
Adibah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar